Baccarat Pot_Entertainment casino_Baccarat Techniques and Strategies_Betting app

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan catur thailand

Kalau RouleRoulette Charttte Chartnggak oplas, nggak bakal punya tRoulette Chartemen! via popmagz.com

Biar bagaimana pun kondisinya, operasi plastik estetik atau kosmetik telah menjadi budaya di Korea. Sekeras apapun kamu mencela, tetap berakhir sia-sia. Itu kebudayaan meraka, jadi nggak ada salahnya kalau kita harus menghargai pilihan mereka. Lagipula, ada yang lebih penting dari ngomongin cowok-cowok Korea yang oplas hingga tampak lebih feminin itu, bukan?

Banyak orang Indonesia yang begitu menggilai artis Korea. Alasannya udah jelas; karena mereka ganteng dan cantik (pascaoperasi plastik). Tapi, cowok Indonesia sepertinya memiliki kesadaran yang lebih. Bahwa, cewek Indonesia, seperti apapun bentuknya, tetap cantik di mata mereka. Ya, karena kecantikannya alami, tanpa perlu mengeluarkan biaya yang begitu tinggi. Tapi balik lagi, bahwa cantik atau tampan seseorang itu relatif. Jadi, nggak bisa digeneralisasi begitu aja.

Beberapa waktu lalu, sempat beredar berita yang cukup viral dari tanah Korea. Seorang suami yang ‘menuntut’ istrinya karena memiliki anak yang beda banget dari mereka berdua. Anaknya tertukar? Bukan. Ini semua gara-gara mereka memiliki anak yang beda banget sama ayah atau ibunya. Kok bisa? Usut punya usut, ternyata si istri dulunya operasi plastik! Ya, iyalah. Oplas nggak bisa memengaruhi gen.

Satu hal yang perlu kamu tahu. Di Korea, operasi plastik telah menjadi sebuah hal yang sangat digemari masyarakat. Maka dari itu, banyak banget rumah sakit atau klinik kesehatan yang memberikan pelayanan dengan harga miring. Bahkan, mereka nggak tanggung-tanggung, sering mengadakan sayembara, memberi diskon besar-besaran, hingga perawatan kecantikan secara gratis. Ya, karena klinik kecantikan di sana udah banyak banget dan profesional! Sainganlah jadinya. Sementara di Indonesia? Pfft.

Bagi orang Korea, setelah mereka mendapat ‘referensi’ mengenai wajah yang rupawan dari luar negeri, mereka seolah sepakat bahwa cantik itu berarti memiliki mata yang bulat, pipi yang tirus, dan rahang atau dagu yang lancip (V), serta badan yang langsing dengan kaki yang jenjang. Referensi inilah yang menjadi sebuah budaya bagi mereka untuk mendapatkan ‘kesempurnaan’. Terlebih bagi mereka yang bekerja di dunia industri hiburan. Nah, bermula dari ‘aksi’ para artis inilah, akhirnya membuat hampir seluruh masyarakat Korea berbondong-bondong untuk menjadikan dirinya seperti idola mereka.

Kalau ngomongin oplas, tentu kita nggak bisa lepas dari yang namanya artis Korea. Jangankan artis, banyak kok warga Korea yang melakukan operasi plastik pada wajahnya. Tujuannya jelas, agar mereka terlihat lebih cantik atau ganteng. Nah, kali ini Hipwee Boys akan mengulas tentang budaya operasi plastik yang udah menjadi tren di kalangan anak-anak muda Korea, nggak cowok, nggak cewek. No offense, ini hanya sebagai bahan pengetahuan buatmu para penggila K-Pop atau anak muda yang berpikiran terbuka! Beginilah perbedaan budaya Korea dan Indonesia.

Ya, buat kamu yang pengen oplas kosmetik di Indonesia, pasti akan berpikir 100 kali sebelum pergi ke ruang bedah. Biaya operasi plastik di negara kita emang terbilang cukup mahal. Ada yang lebih penting daripada oplas. Toh, ini nggak ada urgensinya sama sekali, bukan? Ya, kecuali kamu mengalami gangguan fisik akibat kecelakaan atau terbakar.

Ternyata, operasi plastik estetik (kecantikan) udah menjadi budaya bagi masyarakat Korea. Nggak cuma artis aja, hampir semua warga di sana melakukan hal yang sama. Bahkan, para orangtua di sana udah menyiapkan dana investasi untuk putra-putrinya kelak. Tapi bukan tabungan pendidikan, melainkan tabungan untuk kecantikan. Mungkin, mungkin ya ini karena kita sendiri memang nggak tahu apa yang sehari-hari terjadi di sana, di Korea hal paling penting dalam hidup adalah penampilan menarik.

Terlahir sebagai manusia dalam rumpun Asia, membuat kita harus menerima nasib dengan memiliki postur tubuh yang sedang, kulit sawo matang, mata agak sipit, dan ciri khas lain yang menandakan kita berasal dari Asia. Namun, ini merupakan hal yang paling sulit untuk diterima oleh masyarakat Korea. Mereka seolah merasa terlahir nggak cantik atau tampan.

Sangat kontras, lebih tepat untuk menggambarkan keadaan budaya Korea dengan Indonesia. Di Korea, budaya operasi plastik kosmetik ini nggak cuma membuka jalan bagi mereka yang pengen berkecimpung di dunia hiburan. Dengan oplas, jalan mereka untuk mencari pekerjaan menjadi jauh lebih mudah. Ini yang mereka perjuangkan, mengingat begitu sulitnya mencari pekerjaan di negara yang cukup ketat seperti Korea. Sementara di Indonsia, kita harus bersyukur karena dianugerahi rasa nrimo yang sangat besar. Wajah pas-pasan, kita bersyukur. Nggak dapat pekerjaan, ya, bersyukur usaha lagi!