Gaming platform_Macau Baccarat Website_Blackjack calculator

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Permainan catur thailand

KalaFootball HaFootball Handicap TeachinFootball Handicap Teachinggndicap TeachingFootball Handicap TeachingFootball Handicap Teachingupun ingin mengungkapkan sayang, ya dilakukan langsung. Seperti menggantikan tugas ibu ketika beliau sakit, mengajari ayah yang selalu bertapa bagaimana caranya main sosial media, atau beli makan siang sekalian dua untuk adik atau kakakmu.

Sadar memang selalu hadir belakangan. Setelah rasa kesal dan keinginan untuk ganti keluarga, kamu akhirnya dituntun semesta untuk melihat jauh lebih dalam. Ternyata lewat pertengkaran yang ada, tekanan hidup yang dulu pernah kalian alami, serta anggota keluarga yang cuek dan tak kompak sama sekali kamu bisa belajar banyak soal cinta. Dari ibu yang suka memaksakan kehendak kamu sadar bahwa beliau hanya ingin yang terbaik untuk anak-anakny. Dari ayah yang terlihat cuek, kamu belajar arti memberikan kesempatan anak untuk mencoba. Dari kakak dan adik yang menyebalkan kamu belajar bahwa mereka sedang membuat masa tumbuh kembangmu senantiasa terkenang.

Rasanya lebih susah mengajak kami foto bersama daripada milih calon presiden via logancoleblog.com

Meski sekarang kamu hidup dalam keluarga yang jauh dari sempurna, belum terlambat untuk menyadari bahwa keluargamu ini tak akan pernah terganti. Sebab ayah, ibu, kakak serta adikmu akan terus menyayangimu. Meski dengan caranya sendiri-sendiri.

Semua itu mereka lakukan karena cinta. Cinta yang tanpa syarat dan apa adanya. Kamu hanya terlalu lama melihat keluar saja.

Segala sesuatu memang tak ada yang sempurna. Bahkan manusia, yang katanya makhluk paling sempurna pun memiliki kekurangan. Termasuk dalam hal keluarga. Namun ketika kamu melihat ke luar dan sosial media, banyak keluarga yang mendekati kata sempurna. Punya grup Whatsapp khusus keluarga, selalu pakai baju samaan ketika jalan bersama, sampai saling meminjam barang sudah menjadi hal biasa untuk mereka.

Mau liburan, bertengkar. Mau makan malam, bertengkar. Sampai kalian mau tidur pun bertengkar dulu. Bahkan pertengkaran ini tak hanya terjadi saat kalian ada di rumah. Saat kalian lagi pergi keluar pun, pertengkaran kadang tak bisa ditahan. Hal-hal seperti inilah yang akhirnya buatmu berpikir bahwa ada sesuatu yang tidak beres dari anggota keluargamu. Mungkin ibumu yang terlalu memaksakan kehendaknya, ayahmu yang terlalu selow, kakak adikmu yang selalu bersikap bodo amat, atau justru kamu yang tak perhatian dengan keluarga sendiri. Sampai di satu titik, kamu merasa tak ingin lagi ikut acara-acara di keluarga ini. Sebab sudah malas menghadapi tatapan sinis dari orang lain yang melihat pertengkaran kalian.

Salah satu parameter kekompakan keluarga itu katanya dilihat dari adanya seragam keluarga. Namun kata kompak rasanya tak pernah berpihak pada keluargamu. Sebab jangankan punya seragam khusus keluarga, untuk foto bersama aja rasanya susah luar biasa. Kalau pun dipaksa untu berfoto hasilnya pasti mengecewakan. Padahal kalau keluarga lainnya justru sebaliknya. Mereka pasti memiliki banyak foto-foto keluarga yang menunjukkan betapa akrabnya para anggota keluarga.

Di keluargamu, mengungkapkan sayang itu rasanya merupakan hal tabu. Rasanya ada tembok besar yang harus didaki ketika ingin sekedar mengucapkan “Terima kasih ya Pak, Bu.” Untuk merayakan momen pertambahan usia pun jauh dari kata meriah seperti yang dilakukan kebanyakan keluarga. Paling kalian hanya pergi keluar untuk makan malam. Itu pun dengan ibumu yang sibuk foto-foto, ayahmu yang cuek makan, kakak adik serta dirimu yang lebih sibuk tenggelam di sosial media.

Kalau dibandingkan dengan keluargamu, jelas pemandangannya akan berbeda. Bagaikan langit dan bumi rasanya. Kalau yang lain selalu betah dan ingin berlama-lama dengan keluarga, kamu justru sebaliknya. Ada kalanya kamu jengah dan ingin jauh-jauh dari mereka. Orang lain mungkin akan menganggapmu sebagai anak durhaka, tapi melalui tulisan ini mungkin kamu akan terwakili semua isi hatimu. Karena rasanya hidup di keluarga yang jauh dari sempurna itu memang nggak mudah. Hal-hal ini contohnya!

Bisa nggak sih Pak, Bu, Kak, Dek, kalau sehari aja kita nggak bertengkar? via logancoleblog.com

Ternyata nggak ada yang bisa menggantikan kalian